Cari Disini

Keperawatan Maternitas - 25 Soal & Pembahasan Ujian Kompetensi Ners – Keperawatan Maternitas

25 Soal dan Pembahasan Ujian Kompetensi Ners – Keperawatan Maternitas

Latihan soal ini dirancang untuk membantu persiapan Ujian Kompetensi Ners pada materi Keperawatan Maternitas. Setiap soal disertai kunci jawaban dan pembahasan singkat agar memudahkan pemahaman.

Ujian Kompetensi Ners – Keperawatan Maternitas



1. Seorang ibu hamil usia 30 minggu mengeluh nyeri punggung bagian bawah. Tindakan keperawatan yang tepat adalah:

  • A. Menyarankan ibu berbaring telentang
  • B. Menyarankan ibu menggunakan sepatu hak tinggi
  • C. Menyarankan ibu tidur miring ke kiri
  • D. Menyarankan ibu menahan nyeri tanpa obat

Jawaban: C

Tidur miring ke kiri mengurangi kompresi vena kava inferior oleh uterus gravid dan meningkatkan perfusi uteroplasenta serta membantu mengurangi keluhan nyeri punggung.

2. Ibu postpartum hari ke-2 mengeluh payudaranya bengkak dan nyeri. Tindakan perawat adalah:

  • A. Mengompres dengan air dingin
  • B. Menghentikan pemberian ASI
  • C. Memijat payudara dengan keras
  • D. Memberi antibiotik

Jawaban: A

Kompres dingin membantu mengurangi oedema dan nyeri pada tahap awal produksi ASI (engorgement). Pemberian ASI tetap dianjurkan bila tidak ada kontraindikasi.

3. Pada kala I persalinan, kontraksi uterus berfungsi untuk:

  • A. Mendorong janin keluar
  • B. Melunakkan serviks
  • C. Mencegah perdarahan
  • D. Mempercepat proses involusi

Jawaban: B

Kala I persalinan fokus pada dilatasi dan efacement serviks. Kontraksi membantu membuka serviks sehingga persalinan dapat berlangsung.

4. Ibu hamil trimester pertama sering mual dan muntah. Tindakan tepat adalah:

  • A. Mengonsumsi makanan besar tiga kali sehari
  • B. Minum air sebelum makan
  • C. Mengonsumsi makanan kering sebelum bangun tidur
  • D. Berpuasa agar lambung kosong

Jawaban: C

Makanan kering (mis. biskuit) sebelum bangun dapat mengurangi gejala mual pagi hari.

5. Setelah melahirkan, tinggi fundus uteri (TFU) biasanya berada:

  • A. Di bawah simfisis pubis
  • B. Setinggi perut
  • C. Setinggi umbilikus
  • D. 1 jari di bawah umbilikus

Jawaban: D

Dalam 24 jam pertama postpartum, TFU umumnya turun sekitar 1 jari dari umbilikus (U-1).

6. Bayi baru lahir dengan berat <2500 gram disebut:

  • A. Prematur
  • B. Postmatur
  • C. Berat badan lahir rendah (BBLR)
  • D. Makrosomia

Jawaban: C

BBLR adalah definisi berdasarkan berat lahir <2500 gram tanpa mempertimbangkan usia gestasional.

7. Tujuan utama pemberian oksitosin pascapersalinan adalah:

  • A. Meningkatkan kontraksi uterus
  • B. Mengurangi nyeri perineum
  • C. Mempercepat penyembuhan luka
  • D. Menghambat sekresi ASI

Jawaban: A

Oksitosin merangsang kontraksi uterus sehingga membantu menekan pembuluh darah di tempat plasenta lepas dan mencegah perdarahan postpartum.

8. Tanda bahaya kehamilan trimester ketiga adalah:

  • A. Gerakan janin aktif
  • B. Edema tungkai ringan
  • C. Sakit kepala hebat dan penglihatan kabur
  • D. Peningkatan berat badan normal

Jawaban: C

Sakit kepala hebat disertai gangguan penglihatan mengarah pada pre-eklampsia berat yang memerlukan evaluasi segera.

9. Saat melakukan pemeriksaan Leopold, langkah pertama adalah:

  • A. Menentukan bagian janin di fundus
  • B. Menentukan letak punggung janin
  • C. Menentukan bagian janin di bawah
  • D. Menentukan penurunan kepala

Jawaban: A

Leopold I bertujuan untuk mengetahui apakah bagian di fundus adalah kepala atau bokong janin.

10. Tindakan awal pada perdarahan postpartum adalah:

  • A. Memberikan transfusi darah
  • B. Melakukan masase fundus uteri
  • C. Memberi antibiotik
  • D. Memasang kateter

Jawaban: B

Masase fundus membantu merangsang kontraksi uterus dan menurunkan perdarahan yang disebabkan atonia uterina.

11. Ibu postpartum mengeluh nyeri perineum. Tindakan keperawatan yang dianjurkan:

  • A. Kompres hangat perineum
  • B. Kompres dingin selama 24 jam pertama
  • C. Melakukan pijat keras
  • D. Melarang ibu berjalan

Jawaban: B

Kompres dingin pada 24 jam pertama efektif mengurangi oedema dan nyeri; kompres hangat dapat diberikan setelah fase akut.

12. Faktor risiko eklampsia meliputi:

  • A. Hipotensi kronik
  • B. Diabetes mellitus
  • C. Usia <20 tahun atau >35 tahun
  • D. Obesitas ringan

Jawaban: C

Usia di bawah 20 atau di atas 35 tahun termasuk faktor risiko untuk komplikasi hipertensi kehamilan.

13. Bayi dengan asfiksia berat membutuhkan:

  • A. Penghangatan saja
  • B. Stimulasi taktil ringan
  • C. Resusitasi dengan ventilasi tekanan positif
  • D. Pemberian ASI langsung

Jawaban: C

Asfiksia berat memerlukan intervensi resusitasi neonatal termasuk ventilasi tekanan positif dan tindakan lanjutan sesuai algoritma resusitasi bayi baru lahir.

14. Pemeriksaan laboratorium penting pada pre-eklampsia adalah:

  • A. Gula darah
  • B. Protein urin
  • C. Kolesterol total
  • D. Hemoglobin saja

Jawaban: B

Proteinuria adalah salah satu tanda diagnostik pre-eklampsia dan harus dievaluasi bersama tekanan darah.

15. Posisi terbaik ibu hamil dengan hipertensi adalah:

  • A. Telentang
  • B. Miring ke kiri
  • C. Duduk tegak
  • D. Jongkok

Jawaban: B

Posisi miring kiri meningkatkan perfusi uteroplasenta dan dapat menurunkan tekanan vena kava sehingga membantu hemodinamika ibu.

16. Fungsi utama plasenta adalah:

  • A. Mengatur suhu tubuh janin
  • B. Pertukaran gas dan nutrisi
  • C. Produksi air ketuban
  • D. Menyimpan darah janin

Jawaban: B

Plasenta bertindak sebagai organ pertukaran oksigen, nutrien, dan limbah antara ibu dan janin.

17. Ibu postpartum dengan demam tinggi kemungkinan mengalami:

  • A. Mastitis atau infeksi puerperal
  • B. Hipotermia
  • C. Hipotensi
  • D. Syok hipovolemik

Jawaban: A

Demam postpartum sering menandakan infeksi seperti mastitis, endometritis, atau infeksi luka jahit.

18. Cara mencegah rupture uteri saat persalinan adalah:

  • A. Memberikan oksitosin dosis tinggi
  • B. Mengobservasi kontraksi uterus
  • C. Menunda persalinan
  • D. Menambah cairan intravena

Jawaban: B

Pemantauan kontraksi uterine (frekuensi, durasi, intensitas) mencegah overstimulasi yang dapat menyebabkan ruptur uterus terutama pada ibu dengan riwayat SC.

19. ASI eksklusif diberikan sampai usia bayi:

  • A. 3 bulan
  • B. 4 bulan
  • C. 6 bulan
  • D. 12 bulan

Jawaban: C

WHO merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama untuk nutrisi optimal dan perlindungan infeksi.

20. Penyebab utama kematian ibu di Indonesia termasuk:

  • A. Eklampsia, perdarahan, infeksi
  • B. Hipoglikemia, anemia, infeksi
  • C. Malnutrisi, stres, kelelahan
  • D. Ketuban pecah dini, demam

Jawaban: A

Tiga penyebab utama mortalitas maternal adalah perdarahan, hipertensi (pre-eklampsia/eklampsia), dan sepsis.

21. Tindakan pertama bila bayi baru lahir tidak menangis adalah:

  • A. Menepuk punggung bayi
  • B. Menjemur bayi
  • C. Memberikan ASI
  • D. Mengukur berat badan

Jawaban: A

Stimulasi taktil seperti menepuk punggung atau menggosok punggung dapat memicu pernapasan spontan pada bayi baru lahir.

22. Ibu hamil dengan Hb 8 g/dL dikategorikan:

  • A. Anemia ringan
  • B. Anemia sedang
  • C. Anemia berat
  • D. Normal

Jawaban: B

Pada kehamilan, Hb 8–10 g/dL termasuk anemia sedang; perlu intervensi nutrisi dan suplemen zat besi.

23. Tujuan senam hamil adalah:

  • A. Membentuk tubuh ideal
  • B. Memperkuat otot panggul
  • C. Mengurangi kebutuhan energi
  • D. Menambah berat badan

Jawaban: B

Senam hamil membantu memperkuat otot dasar panggul, meningkatkan fleksibilitas, dan mempersiapkan tubuh untuk persalinan.

24. Bayi baru lahir normal akan menangis dalam waktu:

  • A. 5 menit
  • B. 30 detik
  • C. 10 menit
  • D. 2 menit

Jawaban: B

Normalnya bayi beradaptasi pernapasan dan menangis dalam beberapa detik hingga 30 detik setelah lahir.

25. Cairan ketuban berfungsi untuk:

  • A. Memberi nutrisi janin
  • B. Melindungi janin dari benturan
  • C. Mengatur hormon estrogen
  • D. Meningkatkan suhu tubuh janin

Jawaban: B

Air ketuban berperan sebagai bantalan protektif terhadap trauma mekanik serta membantu perkembangan paru dan sistem lain janin.

Penutup

Itu dia 25 soal & pembahasan untuk Keperawatan Maternitas

Keperawatan Medikal Bedah - 25 Soal Ujian Kompetensi Ners Beserta Pembahasannya

Berikut 25 soal pilihan ganda untuk latihan UKOM Ners di bidang Keperawatan Medikal Bedah. Setiap soal disertai kunci jawaban dan pembahasan singkat. Gunakan untuk latihan atau cetak untuk pembelajaran.


1. Seorang pasien laki-laki usia 58 tahun dengan riwayat hipertensi datang dengan nyeri dada menjalar ke lengan kiri. TD: 160/100 mmHg, N: 96x/menit, RR: 24x/menit. Tindakan pertama perawat adalah...

  1. A. Memberikan oksigen 3 L/menit
  2. B. Meminta pasien berjalan agar sirkulasi meningkat
  3. C. Memberikan cairan cepat
  4. D. Memberikan posisi Trendelenburg
Jawaban: A

Pembahasan: Pada nyeri dada dengan kecurigaan infark miokard, prioritas awal adalah memastikan oksigenasi untuk mengurangi iskemia miokard.

2. Pasien post operasi apendektomi 6 jam mengeluh nyeri pada luka operasi. Tindakan pertama perawat adalah...

  1. A. Memberikan analgetik sesuai program
  2. B. Mengajarkan teknik napas dalam
  3. C. Mengevaluasi intensitas nyeri
  4. D. Mengompres luka dengan air hangat
Jawaban: C

Pembahasan: Pengkajian intensitas nyeri diperlukan sebelum menentukan intervensi yang sesuai.

3. Pasien dengan gagal jantung kongestif menunjukkan edema tungkai, distensi vena jugularis, dan sesak napas. Diagnosa keperawatan yang tepat adalah...

  1. A. Gangguan perfusi jaringan
  2. B. Kelebihan volume cairan
  3. C. Intoleransi aktivitas
  4. D. Gangguan pertukaran gas
Jawaban: B

Pembahasan: Tanda-tanda tersebut konsisten dengan retensi cairan akibat gagal jantung → kelebihan volume cairan.

4. Pasien DM tipe 2 mengalami luka kaki kanan, tampak kering dan kehitaman. Tindakan keperawatan utama adalah...

  1. A. Membersihkan luka dengan povidon iodine
  2. B. Mengoleskan salep antibiotik
  3. C. Melakukan perawatan luka aseptik
  4. D. Menganjurkan pasien merendam kaki dengan air hangat
Jawaban: C

Pembahasan: Luka diabetik memerlukan perawatan luka dengan teknik aseptik untuk mencegah infeksi dan memantau necrosis.

5. Pasien PPOK mengalami sesak napas. Posisi yang paling tepat untuk mengurangi sesak adalah...

  1. A. Supinasi
  2. B. Fowler
  3. C. Trendelenburg
  4. D. Dorsal recumbent
Jawaban: B

Pembahasan: Posisi Fowler atau semi-Fowler memudahkan ekspansi paru dan meningkatkan ventilasi.

6. Pasien pasca stroke menunjukkan kelemahan ekstremitas kanan. Tindakan keperawatan untuk mencegah kontraktur adalah...

  1. A. Melatih pasien berjalan
  2. B. Menjaga posisi ekstremitas dalam posisi fungsional
  3. C. Memberikan obat relaksan otot
  4. D. Melakukan ROM pasif sekali sehari
Jawaban: B

Pembahasan: Menjaga posisi fungsional dan latihan mobilisasi mencegah kontraktur dan deformitas.

7. Pasien dengan anemia menunjukkan pucat, lemah, dan cepat lelah. Intervensi yang tepat adalah...

  1. A. Anjurkan istirahat cukup
  2. B. Batasi cairan
  3. C. Kurangi asupan protein
  4. D. Anjurkan aktivitas berat
Jawaban: A

Pembahasan: Istirahat mengurangi kebutuhan oksigen jaringan pada pasien anemis.

8. Pasien pasca ileostomi merasa malu karena bau stoma. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah...

  1. A. Gangguan citra tubuh
  2. B. Gangguan rasa nyaman
  3. C. Harga diri rendah
  4. D. Gangguan komunikasi
Jawaban: A

Pembahasan: Perubahan fungsi eliminasi dan tampilan tubuh dapat menyebabkan gangguan citra tubuh.

9. Pasien pneumonia menunjukkan RR 28x/menit dan penggunaan otot bantu napas. Intervensi keperawatan utama adalah...

  1. A. Mengajarkan batuk efektif
  2. B. Memberikan cairan IV cepat
  3. C. Menutup jendela ruangan
  4. D. Memberikan makanan tinggi lemak
Jawaban: A

Pembahasan: Batuk efektif membantu membersihkan sekret dan memperbaiki ventilasi.

10. Pasien gagal ginjal kronik mengalami pruritus. Intervensi keperawatan yang tepat adalah...

  1. A. Menyeka kulit dengan alkohol
  2. B. Memberikan lotion pelembab
  3. C. Meningkatkan konsumsi protein
  4. D. Menghindari mandi setiap hari
Jawaban: B

Pembahasan: Kulit kering pada gagal ginjal merespon pelembab untuk mengurangi pruritus.

11. Pasien post operasi 3 hari suhu 38,5°C, luka operasi merah dan bengkak. Tindakan keperawatan utama adalah...

  1. A. Memberikan antibiotik
  2. B. Melapor ke dokter
  3. C. Membersihkan luka dengan antiseptik
  4. D. Menutup luka dengan kasa kering
Jawaban: B

Pembahasan: Tanda infeksi pasca operasi harus segera dilaporkan ke dokter untuk penilaian dan pengobatan.

12. Pasien gastritis akut nyeri epigastrium setelah makan pedas. Intervensi yang tepat adalah...

  1. A. Anjurkan makan lebih jarang
  2. B. Hindari makanan iritatif
  3. C. Kurangi minum air putih
  4. D. Tingkatkan konsumsi kopi
Jawaban: B

Pembahasan: Hindari makanan iritatif seperti pedas yang memperburuk gastritis.

13. Pasien sirosis hati menunjukkan asites dan ikterus. Tindakan keperawatan utama adalah...

  1. A. Batasi asupan cairan dan garam
  2. B. Tingkatkan protein
  3. C. Anjurkan banyak minum
  4. D. Lakukan latihan pernapasan
Jawaban: A

Pembahasan: Pembatasan garam dan cairan membantu mengurangi retensi cairan pada sirosis.

14. Pasien fraktur femur dipasang traksi. Tindakan keperawatan yang benar adalah...

  1. A. Menurunkan beban traksi saat pasien makan
  2. B. Menjaga tali traksi tidak terpelintir
  3. C. Menempatkan beban di atas tempat tidur
  4. D. Mengubah posisi kaki tanpa bantuan
Jawaban: B

Pembahasan: Traksi harus dalam garis lurus dan bebas hambatan agar efektif.

15. Pasien post operasi abdomen tidak flatus 3 hari. Diagnosa keperawatan yang tepat adalah...

  1. A. Risiko infeksi
  2. B. Gangguan eliminasi gastrointestinal
  3. C. Gangguan perfusi perifer
  4. D. Gangguan mobilitas fisik
Jawaban: B

Pembahasan: Tidak adanya flatus mengindikasikan gangguan peristaltik atau ileus.

16. Pasien DKA napas Kussmaul. Tindakan prioritas adalah...

  1. A. Memberikan insulin sesuai program
  2. B. Memberikan oksigen
  3. C. Memberikan cairan glukosa
  4. D. Menjaga suhu tubuh
Jawaban: A

Pembahasan: Terapi insulin adalah prioritas untuk koreksi ketoasidosis diabetik.

17. Pasien hipertensi rutin minum obat tetapi tekanan masih tinggi. Langkah perawat adalah...

  1. A. Mengganti obat
  2. B. Mengevaluasi kepatuhan pasien
  3. C. Meningkatkan dosis obat
  4. D. Memberikan diuretik tambahan
Jawaban: B

Pembahasan: Evaluasi kepatuhan terhadap rencana terapi dan faktor gaya hidup sebelum mengubah obat.

18. Pasien TBC paru batuk berdahak 3 minggu. Edukasi penting adalah...

  1. A. Menghentikan obat jika tidak nyaman
  2. B. Menyelesaikan pengobatan sesuai jadwal
  3. C. Menyimpan dahak di wadah terbuka
  4. D. Mengurangi makan tinggi protein
Jawaban: B

Pembahasan: Kepatuhan menyelesaikan terapi TBC mencegah resistensi obat dan kambuh.

19. Pasien luka bakar luas menunjukkan nadi cepat, TD menurun, kulit dingin. Tindakan prioritas adalah...

  1. A. Memberikan cairan infus
  2. B. Memberikan antibiotik
  3. C. Menutup luka dengan kasa steril
  4. D. Memberikan analgetik
Jawaban: A

Pembahasan: Tanda-tanda syok hipovolemik pada luka bakar memerlukan resusitasi cairan segera.

20. Pasien pasca operasi mengalami penurunan tekanan darah dan kulit pucat. Tindakan perawat pertama adalah...

  1. A. Mengevaluasi sumber perdarahan
  2. B. Memberikan oksigen
  3. C. Mengganti infus
  4. D. Mengukur suhu tubuh
Jawaban: A

Pembahasan: Penurunan TD post-op mengarah ke kemungkinan perdarahan; evaluasi sumber perdarahan perlu segera.

21. Pasien gagal ginjal kronik dengan hiperkalemia. Edukasi diet yang tepat adalah...

  1. A. Hindari pisang dan jeruk
  2. B. Tingkatkan konsumsi susu
  3. C. Konsumsi daging merah lebih banyak
  4. D. Banyak makan sayuran hijau tua
Jawaban: A

Pembahasan: Pisang dan jeruk tinggi kalium sehingga perlu dibatasi pada hiperkalemia/gagal ginjal.

22. Pasien COPD tampak gelisah dan bibir kebiruan. Tindakan prioritas perawat adalah...

  1. A. Memberikan oksigen rendah (2 L/menit)
  2. B. Memberikan posisi tidur miring
  3. C. Memberikan cairan oral
  4. D. Meningkatkan aktivitas
Jawaban: A

Pembahasan: Pemberian oksigen dengan aliran rendah pada COPD yang hipoksemik membantu memperbaiki saturasi tanpa menekan drive pernapasan.

23. Pasien ulkus peptikum nyeri saat perut kosong. Edukasi yang benar adalah...

  1. A. Hindari makan di malam hari
  2. B. Makan teratur dalam porsi kecil
  3. C. Kurangi minum air putih
  4. D. Puasa bila nyeri muncul
Jawaban: B

Pembahasan: Makan kecil tapi sering membantu menetralkan asam lambung dan mengurangi nyeri saat perut kosong.

24. Pasien post stroke mengalami kesulitan bicara. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah...

  1. A. Gangguan komunikasi verbal
  2. B. Gangguan mobilitas
  3. C. Defisit perawatan diri
  4. D. Risiko aspirasi
Jawaban: A

Pembahasan: Disartria atau afasia setelah stroke → gangguan komunikasi verbal yang memerlukan intervensi komunikasi alternatif.

25. Pasien gagal jantung menggunakan furosemid. Edukasi penting yang harus diberikan adalah...

  1. A. Laporkan jika terjadi penurunan berat badan
  2. B. Batasi asupan cairan
  3. C. Laporkan bila terjadi kram otot atau kelemahan
  4. D. Hindari makan tinggi natrium
Jawaban: C

Pembahasan: Furosemid dapat menyebabkan hipokalemia; gejala kram otot atau kelemahan harus dilaporkan segera.

Catatan: Gunakan soal ini untuk latihan. Pembahasan singkat dimaksudkan sebagai poin utama — sesuaikan materi dan sumber belajar untuk persiapan ujian lebih mendalam.

Keperawatan Gawat Darurat - 25 Latihan Soal dan Pembahasan Ujian Kompetensi Ners

Berikut kumpulan soal dan pembahasan UKOM Ners Keperawatan Gawat Darurat yang dirancang untuk melatih kemampuan analisis klinis, prioritas tindakan, dan penatalaksanaan pasien kritis sesuai dengan prinsip ABCDE dan BLS/ACLS.

Soal dan Pembahasan Ujian Kompetensi Ners – Keperawatan Gawat Darurat



Soal dan Pembahasan

1. Seorang pasien datang ke IGD dengan luka tusuk di dada kiri. Pasien sesak berat, tekanan darah 80/50 mmHg, trakea deviasi ke kanan. Tindakan segera perawat:

A. Pasang infus RL cepat
B. Berikan oksigen
C. Siapkan dekompresi jarum
D. Beri analgesik

Jawaban: C

Tanda klasik tension pneumothorax. Tindakan darurat: lakukan needle decompression di ICS 2 midclavicular line sebelum chest tube.

2. Pasien korban kecelakaan lalu lintas, tidak sadar, GCS 7, napas tidak teratur. Prioritas perawat:

A. Pasang infus
B. Lindungi jalan napas dan siapkan intubasi
C. Cek tekanan darah
D. Lakukan rontgen

Jawaban: B

GCS ≤ 8 = risiko gagal napas. Prioritas: airway management (intubasi) untuk menjaga ventilasi dan oksigenasi.

3. Pasien syok hipovolemik akibat perdarahan aktif. Cairan awal yang diberikan:

A. Dextrose 5%
B. Ringer Laktat
C. Albumin
D. Plasma

Jawaban: B

Cairan pilihan utama pada syok hipovolemik adalah Ringer Laktat atau NaCl 0,9% untuk resusitasi cepat.

4. Pasien dengan syok anafilaktik mengalami sesak, tekanan darah 70/40 mmHg, nadi 130x/menit. Obat utama:

A. Dexamethasone
B. Diphenhydramine
C. Adrenalin IM
D. Dopamin

Jawaban: C

Epinefrin IM (0,3–0,5 mg) adalah terapi pertama untuk syok anafilaktik. Kortikosteroid dan antihistamin hanya terapi tambahan.

5. Pasien pingsan di ruang tunggu. Tidak ada napas dan nadi. Langkah pertama:

A. Pasang oksigen
B. Cek respon dan minta bantuan
C. Pasang infus
D. Lakukan defibrilasi

Jawaban: B

Langkah awal RJP: cek respon dan panggil bantuan, kemudian periksa napas dan nadi untuk menentukan kebutuhan kompresi.

6. Frekuensi kompresi dada pada RJP dewasa adalah:

A. 60–80/menit
B. 100–120/menit
C. 80–90/menit
D. 130/menit

Jawaban: B

Panduan ACLS terbaru menyebutkan kompresi dilakukan 100–120 kali/menit dengan kedalaman 5–6 cm.

7. Pasien dengan trauma kepala berat menunjukkan refleks muntah saat dilakukan suction. Tindakan yang benar:

A. Lanjutkan suction
B. Hentikan suction segera
C. Tambahkan tekanan negatif
D. Posisikan kepala rendah

Jawaban: B

Refleks muntah = tanda rangsang medula. Hentikan suction untuk mencegah aspirasi dan peningkatan tekanan intrakranial.

8. Pasien dengan nyeri dada hebat, keringat dingin, tekanan darah 90/60 mmHg. Tindakan keperawatan prioritas:

A. Berikan oksigen 4–6 L/menit
B. Siapkan EKG 12 lead
C. Beri aspirin
D. Pasang infus

Jawaban: A

Pasien diduga infark miokard akut. Oksigenasi prioritas untuk mencegah hipoksia miokard.

9. Pasien luka bakar 40% tubuh, nadi cepat, tekanan darah turun. Prioritas utama:

A. Balut luka dengan kasa steril
B. Berikan cairan RL sesuai rumus Parkland
C. Berikan analgesik
D. Oleskan salep antibiotik

Jawaban: B

Resusitasi cairan penting untuk mencegah syok hipovolemik pada luka bakar luas.

10. Pasien trauma abdomen tumpul, nadi cepat, tekanan darah 80/60 mmHg, distensi perut. Diagnosis kemungkinan:

A. Syok neurogenik
B. Syok hipovolemik
C. Syok kardiogenik
D. Syok sepsis

Jawaban: B

Perdarahan internal akibat trauma abdomen menyebabkan syok hipovolemik.

11. Pasien mengalami kejang selama 3 menit. Setelah berhenti, pasien tidak sadar. Tindakan awal:

A. Pasang infus
B. Posisikan miring kiri
C. Berikan diazepam IV
D. Posisikan terlentang

Jawaban: B

Posisi miring kiri mencegah aspirasi dan menjaga jalan napas setelah kejang (fase post-ictal).

12. Pasien trauma dengan fraktur terbuka pada tibia. Tindakan awal:

A. Balut dengan kasa steril dan imobilisasi
B. Cuci luka dengan antiseptik
C. Tarik tulang ke posisi normal
D. Berikan antibiotik oral

Jawaban: A

Balut steril dan imobilisasi untuk mencegah infeksi dan perdarahan lebih lanjut sebelum tindakan lanjut medis.

13. Pada pasien syok sepsis, tanda yang sering muncul:

A. Bradikardi dan kulit dingin
B. Takikardi, demam, hipotensi
C. Hipotermia dan bradikardi
D. Hipertensi dan pucat

Jawaban: B

Syok sepsis ditandai oleh infeksi sistemik → vasodilatasi, hipotensi, takikardi, dan demam tinggi.

14. Pasien henti jantung dengan ritme VF pada monitor. Tindakan segera:

A. Lakukan RJP
B. Defibrilasi segera
C. Berikan adrenalin IV
D. Intubasi

Jawaban: B

Ritme VF/VT tanpa nadi termasuk shockable rhythm — defibrilasi secepatnya menyelamatkan nyawa.

15. Pasien pendarahan berat pada luka di paha. Setelah tekanan langsung gagal, tindakan berikutnya:

A. Kompres hangat
B. Balut longgar
C. Pasang tourniquet proksimal luka
D. Pasang infus

Jawaban: C

Jika tekanan langsung gagal, tourniquet digunakan untuk menghentikan perdarahan ekstremitas.

16. Penilaian “Disability” dalam ABCDE mencakup:

A. Status hemodinamik
B. Kesadaran (GCS), pupil, defisit neurologis
C. Suhu tubuh
D. Jumlah urin

Jawaban: B

Disability menilai fungsi neurologis: GCS, reaksi pupil, dan tanda deficit saraf.

17. Pasien pingsan setelah melihat darah, tekanan darah 85/50 mmHg, nadi lambat. Diagnosis kemungkinan:

A. Syok neurogenik
B. Syok vasovagal
C. Syok hipovolemik
D. Syok anafilaktik

Jawaban: B

Reaksi vasovagal menyebabkan bradikardi dan hipotensi karena stimulasi vagus berlebihan.

18. Pasien dengan luka bakar di wajah dan hidung berjelaga. Tindakan prioritas:

A. Balut luka wajah
B. Beri analgesik
C. Siapkan intubasi dini
D. Berikan cairan RL

Jawaban: C

Luka bakar wajah → risiko edema jalan napas. Intubasi dini mencegah obstruksi.

19. Pasien dengan patah tulang panggul menunjukkan penurunan kesadaran dan nadi cepat. Kemungkinan:

A. Syok hipovolemik
B. Syok kardiogenik
C. Syok neurogenik
D. Syok anafilaktik

Jawaban: A

Fraktur panggul sering menyebabkan perdarahan internal besar → syok hipovolemik.

20. Tindakan keperawatan penting pada pasien syok kardiogenik:

A. Tinggikan kepala 45°
B. Hindari pemberian cairan berlebih
C. Posisikan trendelenburg
D. Berikan RL cepat

Jawaban: B

Pada syok kardiogenik, jantung gagal memompa. Cairan berlebih dapat memperburuk edema paru.

21. Pasien trauma kepala GCS 15 dengan muntah berulang. Tindakan keperawatan:

A. Observasi ketat dan laporkan ke dokter
B. Pasang infus RL cepat
C. Posisikan tidur datar
D. Beri antiemetik oral

Jawaban: A

Muntah berulang pasca trauma kepala menunjukkan tekanan intrakranial meningkat, perlu observasi ketat.

22. Penilaian sirkulasi pada pasien trauma meliputi:

A. Nadi, warna kulit, tekanan darah, waktu pengisian kapiler
B. Tekanan darah dan suhu
C. Suhu kulit saja
D. Denyut jantung

Jawaban: A

Evaluasi circulation (C) mencakup perfusi perifer dan hemodinamik.

23. Saat melakukan triase, pasien dengan napas >30x/menit dikategorikan:

A. Hijau
B. Kuning
C. Merah
D. Hitam

Jawaban: C

Dalam START triage, RR >30 → kategori merah (butuh intervensi segera).

24. Setelah dilakukan RJP selama 2 menit, nadi kembali teraba. Langkah berikutnya:

A. Hentikan ventilasi
B. Lanjutkan RJP
C. Evaluasi dan stabilisasi pasien pasca henti jantung
D. Beri defibrilasi ulang

Jawaban: C

Setelah ROSC (Return of Spontaneous Circulation), fokus pada stabilisasi hemodinamik dan oksigenasi optimal.

25. Dalam tahap "Exposure" pada ABCDE, perawat harus:

A. Membuka pakaian pasien dan menjaga suhu tubuh
B. Mengambil sampel darah
C. Memeriksa tekanan darah
D. Memberikan obat

Jawaban: A

Langkah “Exposure” bertujuan memeriksa seluruh tubuh dari cedera sambil mencegah hipotermia.

Kesimpulan

Soal-soal di atas dirancang untuk membantu Ners memahami prioritas tindakan dalam situasi gawat darurat. Fokus utama tetap pada prinsip ABCDE, penilaian cepat, dan intervensi yang menyelamatkan nyawa.

Latihan rutin dengan soal berbasis kasus seperti ini akan memperkuat kemampuan klinis dan mempersiapkan Anda menghadapi Uji Kompetensi Ners secara lebih percaya diri.